Dampak Virus covid-19 bikin Perekonomian Nasional melemah,PEBPARINDO Minta Kelonggaran Pembayaran Kredit -->

2Tahun Cbnews

2Tahun Cbnews
Cariberitanews 2 Tahun Melangkah Menuju Perubahan

Advertisement

Dampak Virus covid-19 bikin Perekonomian Nasional melemah,PEBPARINDO Minta Kelonggaran Pembayaran Kredit

Jumat, 20 Maret 2020

Ketua PEBPARINDO Januari Wan 


Jakarta, cbnews - Menindak lanjuti Rapat Perkumpulan Pengusaha Bus Pariwisata dan Rental Indonesia ( PEBPARINDO )
Pada Hari Jumat hari ini, 20 Maret 2020 bertempat di Kantor seketariat Jl. Raya Pondok Gede No 1 Jakarta Timur.

Ini Terkait wabah Virus Corona ( COVID-19) yang melanda Indonesia sehingga mengganggu perekonomian para Pengusaha di Indonesia Khususnya dibidang Transportasi Darat (PARIWISATA), dimana Customer pada Meresecedule bahkan membatalkan Perjalanan Setelah Pemerintah menetapkan Perpanjangan Status keadaan tertentu Darurat wabah bencana penyakit akibat virus CORONA sesuai dengan Surat keputusan BNPB Nomor 13A Tahun 2020 yang ditanda tangani Oleh Kepala BNPB (Doni Monardo) tertanggal 29 Pebruari 2020.

 Dengan memperpanjang Status Darurat CORONO menjadi 91 hari kedepan sampai dengan tanggal 20 Mei 2020. Dan Merujuk pada Pernyataan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Oleh Bapak Heru Kristiyana pada Peraturan OJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Virus CORONA.

Januari wan Ketua Pebparindo menjelaskan Dengan terjadinya musibah Virus CORONA ( COVID-19 ) secara Nasional serta Penerapan perpanjangan Status Darurat CORONA menjadi 91 hari kedepan, yang akan melumpuhkan Cash flow dari Pengusaha Transportasi sebagai Debitur, dan untuk menghidari terjadinya Kredit Macet Maka kami dari Pengurus maupun Anggota dari Perkumpulan Pengusaha Bus Pariwisata dan Rental Indonesia ( PEBPARINDO ) secara Nasional mengajukan Restrukturisasi / Reconditioning kepada Bank / Leasing sesuai dengan Stimulus/ Kebijakan Perbankan maupun Perusahaan Pembiayaan.". jelasnya.

Oleh karenanya kami melakukan Permohonan ini di ajukan berdasarkan UU No.37 Tahun 2004 Pasal 222 ayat (2) dan (3) dan bilamana permohonan ini tidaak dikabulkan, maka akan terjadi Kredit macet yang berkepanjangan sehingga Non Perfoming Loan akan naik diatas 3%.,"paparnya.