Perayaan Idul Adha, Bang Nurdin Mimpin Pemotongan 32 Hewan Qurban

Advertisement

Perayaan Idul Adha, Bang Nurdin Mimpin Pemotongan 32 Hewan Qurban

Jumat, 31 Juli 2020

Like coment share and subscribe CBTV
Penulis editor Published by Nia


Jakarta, cbnews - Perayaan Idul Adha pada tahun ini akan berlangsung berbeda dari sebelumnya. Masyarakat akan melaksanakan salat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini lantaran masih tingginya ancaman virus corona covid-19 di Indonesia.

Ketua RW 01 Jembatan Besi H E Hasanuddin dengan sapaan akrab Bang Nurdin mengatakan,

"Kalau pemerintah sudah mengizinkan dengan protokol tertentu tinggal diikuti protokolnya. Tapi apakah mungkin protokol dilakukan. Kenapa tidak dilakukan di tempat pemotongan hewan saja. Di DKI, ditempat pemotongan hewan karena itu lebih aman lebih rendah resikonya. Walaupun ada protokol ternyata tidak sepenuhnya diikuti oleh masyarakat," ujar dia saat dihubungi  Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Berikut Laporan Jumlah Hewan Qurban Hari Raya Idul Adha 1441 H, di wilayah RW 001, Jembatan Besi :
Sapi 8 ekor
Kambing 24 Ekor

*1. Masjid Nurul Bayan RT10/01*
    • Sapi : 2 Ekor 
    • Kambing : 7 Ekor

*2. Masjid Roudhotul Amal RT07/01*
    • Sapi : 3 Ekor 
    • Kambing : 1 Ekor

*3. Musholla  Alhikmah RT01/01*
    • Sapi : 0 
    • Kambing : 6 Ekor 

*4. Musholla Albarokah RT05/01*
    • Sapi : 2 Ekor
    • Kambing : 2 Ekor

*5. Musholla Nurusaadah RT11/01*
    • Sapi : 0
    • Kambing : 3 Ekor

*6. Musholla Nurul Falah RT12/01*
    • Sapi : 0
    • Kambing : 3 Ekor

*7. Mushollah Nurul Hasanah RT 06/01*
    • Kerbau :1 Ekor
    • Kambing : 1 Ekor 

*8. Musholla Almuhlisin RT03/01*
    • Sapi : 1 Ekor
    • Kambing : 2 Ekor

Dengan susunan pengurus KH. Artafa
Ketua RW 001 : H. Nurdin
Ketua Masjid Nurul Bayan : Marwoto
Ketua Masjid Roud Amal : Ust. Abd. Shomad
Ketua RT01-12 / RW 001
LMK RW 001 Sigit Pramono
FKDM RW 001
KATAR RW 001

Bang Nurdin mengungkapkan momen Idul Adha terutama saat prosesi kurban -- dari penyembelihan hingga pembagian daging -- tak menjamin tidak adanya kerumunan di sana. Kondisi inilah yang berpotensi akan membuat penularan covid-19, terlebih kesadaran masyarakat masih rendah dalam menerapkan protokol kesehatan tersebut.

"Iya. Kalau kegiatan begitu biasanya ada kerumunan. Kegiatan agama seperti ini biasa lebih syahdu kalau mereka berkerumun. Itu yang sulit dipatuhi oleh masyarakat kalau dalam suasana seperti itu. (Ditambah) Hanya sebagian kecil yang mengikuti protokol kesehatan itu," tambahnya.

Karena itu, agar kerumunan dapat terhindar, Ia mengungkapkan panitia dapat mensiasatinya dengan sejumlah langkah. Yaitu memberikan daging kurban dengan sistem kupon yang diberi jeda waktu, agar penumpukan massa tidak terjadi.

"Pembagian jangan rebutan, jangan ada antrian. Sebaiknya hewan kurban pembagiannya dikirim ke rumah yang memang berhak. Jangan sampai ada antrenan," kata dia.


Kepada panitia masjid sekaligus Ketua Masjid Nurul Bayan  Marwoto, mengucapkan terimakasih dan meminta terus berkordinasi dengan satgas covid setempat. Menurutnya, mereka adalah yang paling tahu kondisi perkembangan penyebaran virus corona di tempat itu.

"Jadi pastikan salat idul Adha di tempat yang diselenggarakan dikasih tanda ada jarak dan silang yang tak boleh ditempati sebagai bentuk proteksi penularan covid," jelas dia.

Marwoto menambahkan, panitia masjid gelaran salat Idul Adha juga harus menyediakan thermogun. Oleh karena itu SDM mereka harus cukup untuk melakukan itu.

"Ditegaskan, di masa pandemi jangan ada kotak amal berjalan, tapi sediakan kotak di banyak tempat agar tidak berkerumun dan yang ingin beramal bisa jaga jarak fisik," Ketua panitia menambahkan.

Terakhir, Marwoto memina tata cara pembagian daging hewan kurban tetap memenuhi protokol kesehatan. Salah satunya dengan panitia memberikan langsung atau mengantarnya ke masing-masing penerima.

"Kalau cara itu dirasa memberatkan kasih kupon dan jadwal agar penerima datangnya tidak berkerumunan, ini adalah ikhtiar kita menghindari covid-19,"  menandasi.