4 Petugas PPKM adu mulut dan Miting leher Anggota Paspampres Yang Melintas

Iklan Semua Halaman

4 Petugas PPKM adu mulut dan Miting leher Anggota Paspampres Yang Melintas

Kamis, 08 Juli 2021
sumber foto screenshot video unggahan  @Instagram suryoprabowo2011


Jakarta, CBNEWS - Puluhan anggota Paspampres mendatangi kantor Polres Jakarta Barat semalam. Kedatangan mereka untuk mencari anggota polisi yang disebut telah bertindak kasar kepada seorang Paspampres di pos penyekatan PPKM Darurat di Jalan Daan Mogot pada Rabu pagi.


Menanggapi hal itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Ady Wibowo menjelaskan massa yang datang dapat ditenangkan dan tak sampai menimbulkan kerusuhan.



"Sudah selesai permasalahannya, memang ada kesalahpahaman anggota di lapangan saat penyekatan," ujar Ady , Kamis, 8 Juli 2021.


Ady mengatakan untuk meredam kemarahan anggota Paspampres itu, dia segera mendatangi Mako Paspampres di Jalan Tanah Abang. Di sana ia menyampaikan permohonan maaf atas perlakuan anak buahnya tersebut.


"Saya sudah menghadap Komandan Paspampres," ujar Ady.


Kericuhan antara anggota Paspampres dengan polisi ini berawal saat seorang anggota Paspampres bernama Praka Izroi Gajah tak bisa melintasi pos penyekatan PPKM Darurat di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Rabu kemarin. Alasannya, Izroi tak mau menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) Paspampres kepada petugas yang berjaga.


Selanjutnya terjadi adu mulut dan leher Izroi dipiting



Izroi kemudian sempat adu mulut dengan petugas dan mengatakan tak mau memperlihatkan KTA, karena petugas tersebut tidak berpakaian dinas. Izroi menyampaikan sedang buru-buru karena harus mengikuti apel dan akan bertugas.


Adu mulut itu kemudian berakhir dengan kericuhan. Petugas memiting leher Izroi dan membawanya. Setelah sempat berdebat, Izroi akhirnya menunjukkan KTA tersebut hingga akhirnya diperbolehkan melintas.


Masalah tersebut ternyata tak selesai sampai di situ. Pada malam harinya, rekan Izroi yang berjumlah puluhan orang mendatangi kantor Polres Jakarta Barat di Jalan Letjen S. Parman. Mereka menuntut bertemu dengan anggota polisi yang menghalangi Izroi melintas.



Kedatangan puluhan anggota Paspampres itu tak menimbulkan kerusuhan. Mereka membubarkan diri setelah Polres Jakarta Barat berjanji akan datang langsung ke Mako Paspampres untuk minta maaf.


Menurut ceritanya Praka Izrail ingin melintasi ke arah satuannya.Kemudian seorang petugas berpakaian bebas memaksanya menunjukan KTA anggota tni.



Kericuhan tersebut terjadi karena sikap petugas PPkm yang melarang Praka Izroi melintasi lokasi penyekatan. Sudah dijelaskan pada petugas bahwa ia adalah anggota Paspampres.


Tapi Praka Izroil menolak karena petugas tersebut memakai baju bebas dan tidak memakai baju dinas PPKM.



Tapi kericuhan tersebut akhirnya selesai petugas PPKM berseragam lengkap melerai.


Suryo Prabowo Mantan Kasum TNI lalu menuliskan bahwa petugas PPKM harus memakai seragam lengkap dan tidak berlaku kasar.


"SEHARUSNYA Petugas penyekat PPKM itu BERSERAGAM yang benar, dengan identitas nama dan kesatuan yang jelas dan terbaca,"tulis Instagram suryoprabowo2011.


" bukan menggunakan PAKAIAN PREMAN dan bertingkah laku KASAR kepada siapa pun juga,"tulis mantan Kasum TNI ini


"Ingat, siapa pun yang perjalanannya tergagnggu itu merasa tidak nyaman, apalagi yang mengganggu perjalanannya itu segerombolan orang berpakaian preman dan arogan,"tulisnya.


Diharapkan petugas Paspampres agar tidak berlaku brutal dan komandan saja yang menyelesaikan masalah ini.


"Saya berharap Prajurit Paspampres lainnya tidak bertindak brutal, biar komandan kalian yang menyelesaikan konflik ini,"tulisnya.


Dipesankan juga agar Tni, Polri dan Satpolpp tidak bertingkah arogan.


"Ingat, Prajurit TNI dan Polri TIDAK BOLEH bertingkah gaya abang jago, apalagi Satpol PP. Kita, Kalian dan Rakyat sedang sama-sama mengalami kehidupan yang sulit.


"SABAR! Tegakan aturan dengan SANTUN,"tulis Instagram Suryoprabowo2011.


Saat ini semua masyarakat sedang mengalami kesulitan yang berat.


Sementara itu, empat anggota polisi yang bersitegang dengan Praka Izroi sedang dilakukan pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Metro Jaya.



"Empat personel yang terlibat cek-cok dengan Praka Izroi sedang diperiksa oleh Bid Propam untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," tandas Kapolres Jakarta Barat